KAMPUNG HALAMAN, NGAWI


Lahir di Ngawi, merupakan anugerah tersendiri bagi saya. Ngawi berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah, tapi masih termasuk wilayah Jawa Timur yang berada di ujung barat. Tinggal di kota kecil tidak mengurungkan niat saya untuk keliling Indonesia (sebelum keliling dunia, amiin). Dan alhamdulillah ramadhan 2018 kemarin adalah akhir perjalanan saya keliling pulau Jawa, mengunjungi ke-6 provinsi yang berada di pulau Jawa. Yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Namun saya tidak bisa menjawab dua pertanyaan, yang pertama kapan perjalanan dimulai dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keliling Jawa. Semua saya biarkan mengalir begitu saja, tapi saya masih mengingat satu hal, pada tahun 1998 (saat itu masih TK) sudah menginjakkan kaki di kaki gunung Bromo, Jawa Timur.  
Saya tidak melakukan semua perjalanan itu dalam satu waktu, semua dicicil sedikit demi sedikit sesuai kemampuan dana dan waktu. Dan tujuan utama saya membuat blog ini adalah untuk menyimpan dokumentasi dan catatan perjalanan. Kembali ke kota lahir saya, Ngawi, tiap bertemu dengan teman baru di perjalanan dan menanyakan asal saya, jarang ada yang tahu tepatnya kabupaten Ngawi. Rata-rata lebih familiar dengan kota tetangga seperti Madiun, Ponorogo dan Solo. Ya tak apalah, mungkin belum banyak yang tahu keberadaan kota kecil nan indah ini hihi. Terkadang tulisan saya di KampoengNgawi.com membuat iri teman-teman yang berada di luar Ngawi.

Ketika saya menulis tentang budaya, pariwisata, kesenian, kuliner dan serba serbi tentang Ngawi, membuat mereka ingin datang ke Ngawi. Yaa Ngawi memang The Hidden Paradise hihi. Area Ngawi sangat luas, daerah dataran tingginya merupakan lereng Gunung Lawu dan tentunya memiliki tanah subur, hawa dingin serta pemandangan yang indah. Sekitar bulan Juli-Desember, Pemerintah kabupaten Ngawi menyiapkan berbagai agenda yang spektakular. Karena pada bulan Juli, merupakan bulan kelahiran Kabupaten Ngawi. Banyak festival, mulai dari batik, kuliner, budaya, adat dan lain sebagainya. Biasanya di bulan-bulan tersebut banyak turis yang datang ke Ngawi. Terlebih pada tahun 2018, Ngawi banyak disorot televisi Nasional, liputan terkait Ngawi banyak beredar di televisi Nasional dan membuat Ngawi semakin dikenal.
Bahkan sekarang ada aplikasi "Wisata Ngawi" yang bisa kamu download di Google Playstore, ada juga aplikasi android yang dikelola oleh Dinas komunikasi dan Informasi Kabupaten Ngawi yakni "PING" (Portal Informasi Ngawi). Istimewanya kedua aplikasi tersebut diciptakan oleh para pemuda asal Ngawi. Saya bangga dan betah tinggal di Ngawi, perjalanan justru memupuk rindu saya terhadap Ngawi. Yaah itulah sekelumit cerita tentang kota lahir saya. Dan hingga titik ini, saya belum ingin berhenti berjalan, karena Indonesia itu indah.


Komentar